Pengolahan Sampah

Pengolahan Sampah Di Rumah Kompos Bratang

A. Pembuatan kompos secara individual
Pembuatan kompos secara individual dilakukan dengan menggunakan menggunakan “Keranjang Sakti” (Takakura Home Method) yang diberikan secara gratis oleh pemerintah kota Surabaya kepada tiap-tiap rumah.

Keranjang Sakti

Pembuatan kompos menggunakan keranjang sakti dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Penggalian lubang
Gali kompos menggunakn peralatan cetok tepat di tengah kompos yang sudah adi, sehingga terbentuk lubang, gali sesuai jumlah sampah yang dimasukkan
2. Memasukkan sampah
Jenis sampah organic yang boleh dimasukkan diantaranya sampah sayur baru, sisa sayur basi, sisa makanan, sampah buah kecuali kulit buah yang keras dan sampah ikan laut.
Cara memasukkan sampah organic :
Masukkan sampah tepat di lubang yang digali tadi kemudian tusuk-tusuk sampah sampai masuk ke dalam kompos. Sampah yang akan dimasukkan diusahakan sampah baru atau sampah yang berumur satu hari.
3. Menimbun sampah
Timbun sampah yang sudah ditusuk-tusuk tadi dengan menggunakan kompos yang ada di tepian lubang sehingga sampah tertututpi dengan kompos yang telah jadi. Tujuannya agar terjadi dekomposisi secara optimal dan mencegah timbulnya larva-larva atau lalat atau serangga lain.
4. Menutup dengan bantal sekam
Tutup kembali dengan bantal sekam, tujuannya untuk mengurung gas-gas dari proses dekomposisi.
5. Tutup dengan kain
Tutup kembali dengan kain, supaya lalat tidak dapat bertelur dalam keranjang pengolahan sampah yang dapat menimbulkan belatung serta mencegah metamorphosis dari belatung menjadi lalat karena lalat tidak dapat keluar dan mati dalam keranjang
6. Catatan lain :
a. Hindarkan dari hujan dan terik matahari
b. Sampah yang dimasukkan harus berumur maksimal satu hari
c. Sampah dalam ukuran besar harap dicacah terlebih dahulu.
Cara perawatan keranjang sakti :
1. Cuci kain penutup satu minggu sekali
2. Bila kompos kering, siram dengan air bersih sambil diaduk
3. Dalam 3-6 bulan kardus harus diganti.
Cara pemanenan kompos :
Bila keranjang sakti penuh maka 1/3 dari kompos itu dapat kita ambil dan kita matangkan di taman yang terlindungi dari sinar matahari selama kurang lebih satu bulan sehingga sisa-sisa dari kompos dapat kita gunakan sebagai starter awal dalam pengolahan sampah.

B. Pembuatan kompos secara komunal
Pembuatan kompos secara konunal dilakukan dengan menggunakan tong-tong yang biasanya dipakai oleh bebrapa rumah tangga yang dijadikan satu.

Gambar 2. Tong Pembuatan Kompos Secara Komunal

C. Pembuatan kompos secara regional atau kawasan
Dalam usaha pembuatan kompos secara regional atau kawasan, pemerintah kota Surabaya mendirikan sebuah rumah kompos yang terletak di LPS (Lahan Pembuangan Sementara) Barata Jaya. Pendirian rumah kompos bertujuan untuk :
a) Mengurangi sampah kota
b) Mengurangi pencemaran yang diakibatkan sampah
c) Mengurangi biaya pengangkutan sampah dari LPS menuju LPA (Lahan Pembuangan Akhir)
d) Menyerap tenaga kerja sebagai tenaga pembuat kompos
e) Menjaga agar LPA tidak penuh dengan sampah
Langkah-langkah pembuatan kompos tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pemilahan
Untuk membuat kompos, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilah sampah-sampah yang terdiri dari sampah organik, lapak, dan residu. Hanya sampah organiklah yang dapat dijadikan sebagai kompos.
2. Pencacahan
Pencacahan sampah yang telah dipilah dilakukan dengan menggunakan mesin pencacacah.

Gambar 3. Mesin Pencacah Sampah Organik

3. Penumpukan
Dalam proses penumpukan ini, sampah organic yang telah dicacah dilihat kadar airnya. Kadar air dalam sampah organic yang telah dicacah ini tidak boleh kurang dari 50%. Jika hal tersebut terjadi maka sampah organic yang telah diccah harus disiram menguunakan air lindi yaitu air yang keluar dari sampah



penumpukan sampah

Gambar 5. Air lindi

4. Pematauan Suhu
Sampah organic yang telah ditumpuk, harus dipantau suhunya. Suhu tidak boleh lebih dari 650C. Pemantauan suhu dilakukan agar bakteri yang terdapat dalam kompos dapat beraktivitas. Bakteri tersebut adalah Mensobilia yang hidup pada suhu 580C dan bakteri Termobilia yang hidup pada suhu 50-600C. Pemantauan suhu ini dilakukan dengan menggunakan thermometer alcohol.

5. Pembalikan
Sampah yang telah menjadi kompos akan dilakukan proses pembalikan setiap 4 hari sekali.

proses pembalikan

6. Pematangan
Kompos dibiarkan begitu saja selama kurang lebih satu bulan sampai warna kompos kehitam-hitaman. Semakin lama kompos dibiarkan maka kualitas kompos semakin baik.
7. Pengayaan
Proses pengayaan dilakukan agar kompos yang semula berterkstur kasar menjadi lebih halus. Proses pengayaan dilakukan dengan mesin pengayak.

Gambar 7. Mesin Pengayak

8. Pengemasan
Kompos yang telah melewati proses pengayaan akan dikemas. Pupuk yang telah dikemas ini akan digunakan oleh pemerintah kota Surabaya untuk memupuk taman-taman kota yang ada di Surabaya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: